Senin, 11 Oktober 2010

update artikel isd part 2

TUGAS II

ILMU SOSIAL DASAR adalah gabungan dari ilmu-ilmu social yang di pergunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah-masalah social yang ada di masyarakat .ilmu social dasar memliki tujuan:
·         Memecahkan suatu masalah
·         Menyadari  masalah social yang kompleks
·         Memiliki respon terhadap masalah

Lingkungan perkuliahan adalah salah satu tempat bersosialiasasi .
Lingkungan adalah sarana yang paling tepat untuk bersosialisasi ,seperti :lingkungan rumah dan kampus . saat kita memasuki lingkungan kampus kita akan melakukan adsptasi terhadap lingkungan tersebut. Dari awal yang tidak keanl menjadi kenal,dari tidak tau menjadi tau,memahami dan mengamati setiap bagian yang ada disekitar kampus merupakan contoh beradaptasi. Saat di kampus kita pun pastinya akan berkenalan dengan orang yang tidak kita kenal. Awalnya berkenalan dengan teman – teman sekelas ,semakin lama kita terbiasa dengan lingkungan kampus semakin sering pula bersosial dengan orang sekitar. Bersosialisasi di kampus tidak hanya dengan teman sepermainan saja. Dikampus juga kita banyak mendapatkan informasi dan memecahkan masalah, kita dapat berkoseling pula dengan dosen ,asisten dosen yang ada di universitas.

 Tekhnologi juga berperan aktif dalam bersosialisasi .

Di dunia ini telah terjadi perubahan pesat dalam ilmu pengetahuan tekhnologi,Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai social dan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
Banyak manfaat teknologi zaman sekarang yang bisa di hubungkan untuk saling bersosialisasi.Salah satunya internet,internet bisa menghubungkan kita dengan orang lain dalam jarak yang jauh baik masih dalam satu ruangan ,satu kota maupun diNegara lain.cara bersosialisasi juga dapat dilakukan di dunia maya.banyak program-program intrernet yang bisa membantu kita mencari dan mengenal banyak teman sehingga bisa berkomunikasi .contoh program tersebut seperti facebook,yahoo masangger,email,myspace dll .program-program tersebut sangat bisa membantu kita untuk menyelesaikan suatu permasalahan kita misalnya dalam mengupdate status dalam facebook,kita dapat menuangkan emosi kita ataupun kegembiraan kita di status tersebut.komunikasi kita dapat terjaga jika satu sama lain sama-sama aktif dalam program itu.program-program tersebut dapat membantu mengenalkan kita terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar banyaknya informasi-informasi yang bersangkutan terhadap masalah di daerah tersebut .program seperti itu dapat mempermudahkan kita berkomunikasi dengan orang lain tanpa kita harus bertatap muka dengan orang tersebut.sehingga dengan mudahnya kita bisa mendapatkan informasi dan menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Prilaku Hubungan Sosial dan Solidaritas Antar Teman pada Prilaku Gaya Hidup Remaja
Pada masa remaja, terdapat banyak hal baru yang terjadi, dan biasanya lebih bersifat menggairahkan, karena hal baru yang mereka alami merupakan tanda-tanda menuju kedewasaan. Dari masalah yang timbul akibat pergaulan, keingin tahuan tentang asmara dan seks, hingga masalah-masalah yang bergesekan dengan hukum dan tatanan sosial yang berlaku di sekitar remaja.

Hal-hal yang terakhir ini biasanya terjadi karena banyak faktor, tetapi berdasarkan penelitian, jumlah yang terbesar adalah karena "tingginya" rasa solidaritas antar teman, pengakuan kelompok, atau ajang penunjukkan identitas diri. Masalah akan timbul pada saat remaja salah memilih arah dalam berkelompok.

Banyak ahli psikologi yang menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa yang penuh masalah, penuh gejolak, penuh risiko (secara psikologis), over energi, dan lain sebagainya, yang disebabkan oleh aktifnya hormon-hormon tertentu. Tetapi statement yang timbul akibat pernyataan yang stereotype dengan pernyataan diatas, membuat remaja pun merasa bahwa apa yang terjadi, apa yang mereka lakukan adalah suatu hal yang biasa dan wajar.

Minat untuk berkelompok menjadi bagian dari proses tumbuh kembang yang remaja alami. Yang dimaksud di sini bukan sekadar kelompok biasa, melainkan sebuah kelompok yang memiliki kekhasan orientasi, nilai-nilai, norma, dan kesepakatan yang secara khusus hanya berlaku dalam kelompok tersebut. Atau yang biasa disebut geng. Biasanya kelompok semacam ini memiliki usia sebaya atau bisa juga disebut peer group.

Demi kawan yang menjadi anggota kelompok ini, remaja bisa melakukan dan mengorbankan apa pun, dengan satu tujuan, Solidaritas. Geng, menjadi suatu wadah yang luar biasa apabila bisa mengarah terhadap hal yang positif. Tetapi terkadang solidaritas menjadi hal yang bersifat semu, buta dan destruktif, yang pada akhirnya merusak arti dari solidaritas itu sendiri.

Demi alasan solidaritas, sebuah geng sering kali memberikan tantangan atau tekanan-tekanan kepada anggota kelompoknya (peer pressure) yang terkadang berlawanan dengan hukum atau tatanan sosial yang ada. Tekanan itu bisa saja berupa paksaan untuk menggunakan narkoba, mencium pacar, melakukan hubungan seks, melakukan penodongan, bolos sekolah, tawuran, merokok, corat-coret tembok, dan masih banyak lagi.

Secara individual, remaja sering merasa tidak nyaman dalam melakukan apa yang dituntutkan pada dirinya. Namun, karena besarnya tekanan atau besarnya keinginan untuk diakui, ketidak berdayaan untuk meninggalkan kelompok, dan ketidak mampuan untuk mengatakan "tidak", membuat segala tuntutan yang diberikan kelompok secara terpaksa dilakukan. Lama kelamaan prilaku ini menjadi kebiasaan, dan melekat sebagai suatu karakter yang diwujudkan dalam berbagai prilaku negatif.

Kelompok atau teman sebaya memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menentukan arah hidup remaja. Jika remaja berada dalam lingkungan pergaulan yang penuh dengan "energi negatif" seperti yang terurai di atas, segala bentuk sikap, perilaku, dan tujuan hidup remaja menjadi negatif. Sebaliknya, jika remaja berada dalam lingkungan pergaulan yang selalu menyebarkan "energi positif", yaitu sebuah kelompok yang selalu memberikan motivasi, dukungan, dan peluang untuk mengaktualisasikan diri secara positif kepada semua anggotanya, remaja juga akan memiliki sikap yang positif. Prinsipnya, perilaku kelompok itu bersifat menular.

Motivasi dalam kelompok (peer motivation) adalah salah satu contoh energi yang memiliki kekuatan luar biasa, yang cenderung melatarbelakangi apa pun yang remaja lakukan. Dalam konteks motivasi yang positif, seandainya ini menjadi sebuah budaya dalam geng, barangkali tidak akan ada lagi kata-kata "kenakalan remaja" yang dialamatkan kepada remaja. Lembaga pemasyarakatan juga tidak akan lagi dipenuhi oleh penghuni berusia produktif, dan di negeri tercinta ini akan semakin banyak orang sukses berusia muda. Remaja juga tidak perlu lagi merasakan peer pressure, yang bisa membuat mereka stres.

Secara teori diatas, remaja akan menjadi pribadi yang diinginkan masyarakat. Tetapi tentu saja hal ini tidak dapat hanya dibebankan pada kelompok ataupun geng yang dimiliki remaja. Karena remaja merupakan individu yang bebas dan masing-masing tentu memiliki keunikan karakter bawaan dari keluarga. Banyak faktor yang juga dapat memicu hal buruk terjadi pada remaja.

Seperti yang telah diuraikan diatas, kelompok remaja merupakan sekelompok remaja dengan nilai, keinginan dan nasib yang sama. Contoh, banyak sorotan yang dilakukan publik terhadap kelompok remaja yang merupakan kumpulan anak dari keluarga broken home. Kekerasan yang telah mereka alami sejak masa kecil, trauma mendalam dari perpecahan keluarga, akan kembali menjadi pencetus kenakalan dan kebrutalan remaja.

Tetapi, masa remaja memang merupakan masa dimana seseorang belajar bersosialisasi dengan sebayanya secara lebih mendalam dan dengan itu pula mereka mendapatkan jati diri dari apa yang mereka inginkan.

Hingga, terlepas dari itu semua, remaja merupakan masa yang indah dalam hidup manusia, dan dalam masa yang akan datang, akan menjadikan masa remaja merupakan tempat untuk memacu landasan dalam menggapai kedewasaan.
Di kutip dari (http//universitas bangkabelitung)


Nama            : Holisa madah irmadani

Npm                : 13110327
Kelas               : 1KA31

Tidak ada komentar:

Posting Komentar